October, 13th 2012
My half.. where are you? Malam ini sepi tanpamu.. gimana kabarmu?
Baik-baik sajakah? Semoga Allah selalu melimpahkan nikmatNya untukmu, aamiin..
lagi apa di malam minggu ini? Berdiam diri dirumahkah, atau masih sibuk dengan
pekerjaanmu yang belum selesai? Atau jangan2 sedang berkencan dengan seorang
gadis yang kamu pikir adalah diriku? Ah, semoga saja bukan yang ketiga, karena
aku pasti akan sangat cemburu.. hihihi. Semoga saat ini kamu sedang duduk
diteras rumahmu sambil menatap langit, memainkan gitar dan bernyanyi, berharap
ada aku disampingmu. Hehe. Kepedean banget ya aku?
Kamu tau? Aku letih menyimpan rasa sayang terhadap seseorang yang
awalnya kupikir adalah dirimu. Meskipun sudah genap 6 bulan aku berpisah
dengannya, entah kenapa rasa sayang itu sulit hilang. Maaf ya.. terkadang, ada
hal2 tentang dirinya yang membuatku yakin bahwa dia adalah dirimu. Yang entah
kenapa belum mau menunjukkan sosokmu padaku. Mau berapa lama lagi sih kamu
sembunyi dariku? Aku takut, jika semakin lama kamu bersembunyi, maka semakin
sulit hatiku berpaling darinya. Hmm, bagaimana jika 2th lagi kau dating untuk
menjemputku? Kurasa cukup untuk mempersiapkan semuanya. Aku tak ingin terlalu
lama. Karena 2th lagi umurku sudah 23 lho! Cukup matang untuk dijemput olehmu.
Lagipula, akukan tidak ingin umurku dengan anak kita terlampau jauh.
Kira2 2th lagi umurmu berapa? Penasaran deh.. semoga tidak terlalu
jauh denganku. Berapapun itu, aku harap kamu bisa menjadi pendamping hidup yang
selalu menemaniku dalam suka dan duka, pria yang sholeh yang bisa menjadi imam
untukku dan keluarga kecil kita kelak, memiliki potensi sukses yang besar,
pekerja keras, penyayang keluarga, pria yang tegas, berhati lembut, berwawasan
luas, dan tentunya cinta mati padaku. Aamiin. Eh, udah isya’ nih. Udahan dulu ya, disambung lain hari.
Selamat menikmati weekend, have a nice sleep, see u soon.
October, 15th 2012
My half, guess what? Semalam sebelum tidur aku sempat memikirkanmu.
Penasaran dengan sosokmu yang sampai saat ini belum mau muncul dihadapanku.
Ketika terbangun, aku teringat mimpiku semalam. Dalam mimpiku, dia muncul.
Padahal yang aku pikirkan itu kamu, bukan dia. Apakah.. dia adalah dirimu? So
that close? Entah, aku masih takut meyakini bahwa dia adalah dirimu. Meski aku
sangat ingin meyakininya. Sebab aku takut, ketika aku kembali yakin, dia malah
pergi meninggalkanku untuk yang kedua kalinya.
October, 17th 2012
Malam menjelang pagi, my half. Belum bisa bobo gara2 abis maghrib
langsung tepar. Kamu pasti udah berkelana di alam mimpi. Hfft, kenapa ya aku belum
bisa melupakan dia? Sepertinya sulit sekali menghilangkan bayangannya dari
pikiranku. Selain itu, sikonnya selalu memaksaku untuk berhadapan dengannya
setiap hari. Kalau bukan di kampus, ya di tempat bimbel. Senin-sabtu. Hanya di
hari minggu saja aku bisa sejenak melupakannya karena tugas rumah atau kampus
yang menumpuk. Katanya salah satu cara untuk melupakan seseorang yang disayang
dengan mengurangi intensitas berhadapan langsung dengan orang tersebut. Tapi
nyatanya, aku memang harus selalu berhadapan dengannya.
Cara lain adalah dengan tidak mengungkit2 namanya dalam setiap
obrolan manapun. Supaya lupa. Tapi bagaimana bisa jika setiap teman2 di kampus
atau di tempat bimbel membicarakan dirinya, pasti namaku ikut disebut -___-“.
Alasan lain, karena memang belum ada orang yang tepat, yang bisa menggantikan
posisinya dihatiku. Termasuk kamu. Bagaimana kamu mau menggantikannya, muncul
dihadapanku aja belum pernah? Hayoo.. bukan salahku ya? Hehehe. Kadang aku iri
padanya, yang benar2 bisa bersikap seolah2 memang tak pernah ada hubungan apa2
denganku. Entah metode apa yang dia pakai. Tak pernah sekalipun ia mengungkit
tentang hub, aku dan dia dulu (gak penting juga sih). Atau basa-basi menanyakan
apakah diriku sudah memiliki pacar baru atau belum (mungkin dia yakin aku pasti
masih jomblo :/). Meski kita hanya berdua diruang yang sama.
Jujur, aku sedih melihat sikapnya yang super cuek itu (memang sudah
bawaannya gitu). Juga kecewa, terlebih mengingat semua kata2 yang pernah dia
katakana padaku. Terkadang akupun merasa menjadi gadis yang sangat bodoh. Sebab
masih menunggu dan menyayangi seseorang yang jelas2 dengan mudahnya men-delete
aku dari hati dan pikirannya (sepertinya sih..). dan aku amat sangat sadar
ingin segera mengakhiri kebodohankuini, as quick as I can. Meski hatiku selalu
berdoa semoga dia dan kamu adalah satu orang yang sama.
Oya, seorang temanku pernah berkata: “ Ada 2 cara yang bisa dilakukan
untuk mendekati dan meluluhkan hati seseorang, yaitu dengan Kelembutan dan
Doa”. Semoga Allah segera membuka tabir yang menutupi dirimu, my half. Aamiin... Good nite..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar