October, 19th 2012
Hai, my half.. Sedang apa? Have you eat lunch? Wish you always have
the greatest day ever. Kamu tau, hari ini tepat setahun dimana kenangan-kenangan yang
sampai saat ini masih kuingat bermula. Di tanggal ini adalah kali pertama dia
mengungkapkan perasaannya padaku (meski dengan cara yang aneh dan konyol). Yang
pada awalnya aku pikir itu hanyalah lelucon. Tapi setelah hari itu, dia selalu
menunjukkan rasa sayang dan perhatiannya padaku. Hingga akhirnya akupun mulai
terpikat dan jatuh cinta padanya.
Meski hubungan. Dengannya sudah berakhir, bayangannya tetap enggan
beranjak dari hatiku. Maaf.. karena masih belum bisa mencintaimu sepenuh hati
(karena akupun belum pernah mengenalmu). Tak bisa kupungkiri, rasa sayang itu masih jelas melakat dihatiku.
Terlebih, aku harus berhadapan dengannya setiap hari kecuali hari minggu.
Bukannya aku tak pernah mencoba untuk melupakannya. Tapi semakin keras aku
berusaha, yang terjadi malah rasa sayang itu semakin besar. Begitulah cinta.
Orang-orang terdekatku sering sekali menyarankanku untuk segera
membuka hatiku untuk orang lain. Bukannya tidak ada pria yang ingin dekat
denganku. Malah, ada seorang pria yang sering mengsms untuk mengajakku jalan,
atau sekedar makan bersama. Tapi selalu kutolak dengan berbagai alasan. Disatu
sisi, aku ingin mengiyakan ajakan pria itu. Mungkin dengan begitu aku bisa
melupakan dia. Dan aku juga ingin tau bagaimana reaksi dia ketika melihatku
dijemput dan jalan dengan pria lain. Aku penasaran, apakah dia akan cemburu?
Meski itu konyol. Sebab baik aku maupun dia masih menjomblo hingga saat ini. So,
I still have a chance. Hehehe.
Di sisi yang lain aku tak ingin dia melihatku dijemput dan berjalan
dengan pria lain. Aku takut dia menganggapku gampangan, dan malah menjadi
ilfeel padaku (even he may not care anymore). Aku juga tak ingin melihat kekecewaan
dimatanya (meskipun hal itu mustahil untuk saat ini). Entah. Tapi aku masih yakin
bahwa dia adalah dirimu. Jodoh yang dipilihkan Allah untukku kelak. Yang saat
ini sedang mempersiapkan dirinya lahir dan batin untuk meminangku dua tahun
lagi. Aamiin..
Jujur, saat ini masih belum ada yang bisa menggantikan posisinya
dihatiku. Meski banyak teman-teman yang memintaku untuk segera melupakannya,
karena menurut mereka aku tak akan cocok dengannya. Mau bagaimana lagi, aku
masih merasa nyaman ketika berada didekatnya. Meskipun hanya sebagai rekan
kerja maupun teman kuliah. Lagipula, aku merasa rasa sayangnya padaku belum
lenyap meski sikapnya tak semanis dulu. Sikapnya memang terkesan cuek, tapi aku
tau hatinya lembut. Perkataan dan perbuatan mungkin bisa berbohong, tapi mata
dan hati tak mungkin berbohong. I know it. Sounds crazy, right? Ah, cinta itu memang gila.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar