Powered By Blogger

Rabu, 07 November 2012

Waiting (part 2)


October, 19th 2012
Hai, my half.. Sedang apa? Have you eat lunch? Wish you always have the greatest day ever. Kamu tau, hari ini tepat setahun dimana kenangan-kenangan yang sampai saat ini masih kuingat bermula. Di tanggal ini adalah kali pertama dia mengungkapkan perasaannya padaku (meski dengan cara yang aneh dan konyol). Yang pada awalnya aku pikir itu hanyalah lelucon. Tapi setelah hari itu, dia selalu menunjukkan rasa sayang dan perhatiannya padaku. Hingga akhirnya akupun mulai terpikat dan jatuh cinta padanya.
Meski hubungan. Dengannya sudah berakhir, bayangannya tetap enggan beranjak dari hatiku. Maaf.. karena masih belum bisa mencintaimu sepenuh hati (karena akupun belum pernah mengenalmu). Tak bisa kupungkiri, rasa sayang itu masih jelas melakat dihatiku. Terlebih, aku harus berhadapan dengannya setiap hari kecuali hari minggu. Bukannya aku tak pernah mencoba untuk melupakannya. Tapi semakin keras aku berusaha, yang terjadi malah rasa sayang itu semakin besar. Begitulah cinta.
Orang-orang terdekatku sering sekali menyarankanku untuk segera membuka hatiku untuk orang lain. Bukannya tidak ada pria yang ingin dekat denganku. Malah, ada seorang pria yang sering mengsms untuk mengajakku jalan, atau sekedar makan bersama. Tapi selalu kutolak dengan berbagai alasan. Disatu sisi, aku ingin mengiyakan ajakan pria itu. Mungkin dengan begitu aku bisa melupakan dia. Dan aku juga ingin tau bagaimana reaksi dia ketika melihatku dijemput dan jalan dengan pria lain. Aku penasaran, apakah dia akan cemburu? Meski itu konyol. Sebab baik aku maupun dia masih menjomblo hingga saat ini. So, I still have a chance. Hehehe.
Di sisi yang lain aku tak ingin dia melihatku dijemput dan berjalan dengan pria lain. Aku takut dia menganggapku gampangan, dan malah menjadi ilfeel padaku (even he may not care anymore). Aku juga tak ingin melihat kekecewaan dimatanya (meskipun hal itu mustahil untuk saat ini). Entah. Tapi aku masih yakin bahwa dia adalah dirimu. Jodoh yang dipilihkan Allah untukku kelak. Yang saat ini sedang mempersiapkan dirinya lahir dan batin untuk meminangku dua tahun lagi. Aamiin..
Jujur, saat ini masih belum ada yang bisa menggantikan posisinya dihatiku. Meski banyak teman-teman yang memintaku untuk segera melupakannya, karena menurut mereka aku tak akan cocok dengannya. Mau bagaimana lagi, aku masih merasa nyaman ketika berada didekatnya. Meskipun hanya sebagai rekan kerja maupun teman kuliah. Lagipula, aku merasa rasa sayangnya padaku belum lenyap meski sikapnya tak semanis dulu. Sikapnya memang terkesan cuek, tapi aku tau hatinya lembut. Perkataan dan perbuatan mungkin bisa berbohong, tapi mata dan hati tak mungkin berbohong. I know it. Sounds crazy, right? Ah, cinta itu memang gila.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar